Pensiun

hal menyedihkan yang pernah aku takutkan saat kecil akhirnya terjadi juga. bapak pensiun. Ya, akhirnya setelah puluhan tahun bekerja di bidang yang dia cintai, bergelut dengan kerasnya dunia kerja, politik kerja, menerjang jarak berkilo-kilometer dari rumah. beliau akhirnya memilih berhenti. usianya memang sudah masuk masa pensiun, 65 tahun. umur yang memang seharusnya untuk beristirahat dan menikmati masa tua. kali ini aku mengamati wajah beliau, wajah yang sudah lelah mengahadapi hiruk pikuk selama puluhan tahun ia bekerja. ya.. kurasa keputusan beliau untuk pensiun sudah tepat. lagi pula, kami, anak-anaknya sudah cukup mandiri hidup tanpa topangannya lagi. tapi ada hal yang membuatku sedih, pensiun berarti bapak sudah tidak punya power lagi, sudah kehilangan masa jayanya, sudah kehilangan kebanggaan yang ia miliki.. yaitu pekerjaan dan karirnya. aku tahu betapa bapak sangat mencintai karirnya, sangat loyal terhadap pekerjannya. dan disaat pensiun ini, bapak akan kehilangan segalanya... apalagi ketika mengingat masa- masa keemasan dan kejayaan karir bapak beberapa belas tahun yang lalu dan harus tersadar bahwa itu semua tinggal kenangan, rasanya sedih. walau bapak tidak mengutarakan kesedihannya saat pensiun , tapi aku sudah bisa memahami dari raut wajahnya. ah melow sekali rasanya saat ini. bagaimanapun juga, waktu terus berjalan, bisa jadi walau menurutku bapak sedih, tapi ternyata bapak memang sangat menantikan masa- masa ini bukan? masa pensiun. bapak sudah lelahl. berdiri sebagai tiang keluarga. sendirian, puluhan tahun. ya, mungkin inilah waktunya bapak bisa beristirahat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pengalaman pertama makan Mi Samyang

17 Agustus

USELESS